Selasa, 13 Mei 2014

Hantu Bentuk Baru

Jika kamu asli warga negara indonesia, maka kau tak akan heran banyak jenis hantu yang dapat ditemukan. Mulai dari pocong, kuntilanak, tuyul, buto ijo, genderuwo, sundel bolong, mister gepeng, hantu jeruk purut, nenek gayung, kakek cangkut, dan masih banyak lagi yang jika saya sebutkan semuanya isi posting ini hanya akan berisi jenis hantu.

Keberadaan hantu di atas memang menakutkan, tapi ada hantu bentuk baru yang menurut saya lebih menakutkan yaitu MEDIA. Mengikuti pemberitaan media saat ini sama dengan memasang jebakan tikus ditiap langkah. Menjadi was-was dan cemas. Takut yang berlebihan. Sampai akhirnya tidak berani melangkah.

Jika diperhatikan pemberitaan di media seperti memiliki tema. Pertengahan 2012 terjadi kecelakan maut di tugu tani. Iya kasus afriyani. Semenjak kasus tersebut media mengekspos segala berita terkait kecelakaan. Saat ini sedang marak-maraknya pemberitaan kekerasan seksual terhadap anak kecil. Dimulai dari kasus JIS, lalu diikuti kasus fenomenal emon dan kasus-kasus berikutnya yang menghantui para orang tua. 

Menurut saya semakin media mengekspos semakin banyak kejatahan yang sama terjadi. Karena secara tidak langsung media menghadirkan contoh kejahatan pada masyarakat. Dan media semakin mengedepankan sisi bisnisnya. Bad News is Good News. Media tidak mempertimbangkan lagi akibat sosialnya jika pemberitaan buruk ditayangkan terus menerus. Sekali lagi itu hanya pendapat saya.

Saya memimpikan suatu saat nanti pemberitaan di Indonesia akan dipenuhi oleh berbagai prestasi anak bangsa. Amin.


Selasa, 06 Mei 2014

Peri kecil dalam Pemilu

Meskipun pemilihan umum telah berlalu hampir satu bulan yang lalu, tapi saya tetap ingin menceritakan ini. Keistimewaan yang saya alami pada pemilu.

TPS 21 tempat saya menggunakan hak pilih tidaklah mewah. Menggunakan ruangan terbuka yang disulap menjadi area pemilihan. Ukuran TPS 21 hanya sebesar 3mx7m, beratapkan terpal biru, ditutupi dengan berbagai kain bekas spanduk konser musik berbagai tahun, dan dilengkapi dengan bangku dan meja yang dipinjam dari SD setempat. Namun yang membuat istimewa adalah adanya peri kecil dalam TPS 21. Peri kecil itu tak lain adalah Rahelya Vinajwa (keponakan saya) dan teman-temannya.

Peri-peri kecil memeriahkan suasana pemilu di TPS 21. Mereka membantu mengarahkan para pemilih. Mengingatkan untuk mencelupkan jari setelah memilih. Membantu memberikan kopi sachet kepada warga yang menggunakan hak pilihnya. Dan memamerkan jari kelingking mereka yang berwarna biru..hihi lucunya :))

Saat saya memasuki bilik suara, rahel dan temannya berteriak "Tante i semangat. Je hun Tante i". Tak ayal sayapun tertawa lepas mendengarnya :))

Malam harinya saat sedang ngobrol dengan ponakan saya bertanya.
T : "Je hun apa sih neng?"
R : "Itu loh tante i, Je hun. Masa gak tahu?"
T : "Emang je hun apa?"
R : "Kan ada huruf a lalu huruf b jadinya Je hun"
T : "@$%&!#*"
Mungkin saya yang tidak bisa memasuki imajinasi ponakan saya. hehehhehe :))

ini dia penampakan Je hun hihii..


yes, we're vote

Rabu, 30 April 2014

DICARI !!!

Dicari teman pulang kantor bareng trimi untuk mengingatkan biar trimi gak lupa bayar ongkos dan untuk membangunkan saat dikit lagi saatnya turun.

hadeuuhhh trimi


***

Pengumuman di atas saya buat karena akhir-akhir ini kedua kebiasaan buruk tersebut lebih sering terjadi. Sejujurnya ini bukan hal yang bisa dibanggakan, bahkan malu ceritanya. Cerobohnya trimi hehe.. Tapi saya menceritakan ini di blog dengan harapan ada pembaca (baca : kalo ada yg baca hihi) yang mau memberikan usul untuk mengurangi kebiasaan ini. Atau mau membantu mengingatkan saya via media elektronik meskipun tidak bisa pulang bersama.

Kebiasaan buruk pertama : lupa bayar ongkos. Kebiasaan ini disebabkan karena saya terlalu nyaman dengan suasana bis kota. Mungkin karena jadi moda transportasi utama saya setiap hari kali ya. Sesampainya di atas bis kota saya langsung asik dengan diri sendiri. Entah itu main hp, baca buku atau tertidur pulas sampai-sampai kenek bulak-balik dihadapan sayapun saya santai aja. Tidak merasa ditagih untuk bayar ongkos. Alhasil lupa deh bayar ongkos yang sebenarnya sudah saya siapkan di kantong. Iya untuk ongkos bis selalu saya siapkan sebelumnya di kantong hanya sayangnya ya itu lupa memberikannya saat sudah di atas bis. Dulu ada mba atrin yang suka mengingatkan saya untuk memberikan ongkos ke kenek. Sekarang mba atrin sudah pindah kantor jadi saya tidak ada teman pulang bareng lagi. Sedih. Maaf sangat ya para kenek/supir bis saya tidak bermaksud untuk mengurangi rezeki yang harusnya kalian dapat.

Kebiasaan buruk kedua : tertidur di bis. Sebenarnya kebiasaan tertidur ini bukan hanya spesifik di bis, tapi emang dasarnya saya gampang tertidur pulas pada kondisi apapun. Walaupun di bis panas, penuh guncangan jug-gi-jag-gi-jug, dan berisik, semua itu tidak menghalangi saya untuk terpejam bahkan terkadang sampai pulas sekali. Sehingga saat terbangun saya sudah berada di terminal senen, melewati tempat saya harusnya turun dari bis. Dan saya harus naik mikrolet satu kali lagi untuk kembali ke tempat dimana saya seharusnya turun. Sebenarnya bisa jalan kaki, tapi jauh cyynnn hehe..

Semoga dengan saya menuliskan semua ini, dapat membantu saya untuk selalu ingat membayar ongkos. Dan untuk ketiduran di bis, eehhmm rasanya itu sulih deh, kalo gak ada temen ngobrol saya pasti tidur hihiii...




Minggu, 06 April 2014

Takut

Aku tak habis pikir kenapa kamu dapat berteman dengan ketakutan. Kehangatan apa yang kamu harapkan dapat timbul dari sebuah ketakutan? Atau kenyamanan apa yang dapat dihadirkan oleh rasa takut? Ketakutan hanya akan membebatmu dan membuatmu sulit bernapas.

Kamu hidup dalam rasa takut yang berlebihan. Tuhan menciptakan rasa takut agar kita waspada. Bukan untuk memenjarakan diri kita. Tanpa kamu sadari, kamu sudah menjadi hamba dari ketakutanmu sendiri.

Ketakutanmu seperti gelembung yang menyelubung. Dan kamu takut untuk melewati batas gelembung itu. Melangkahlah. Berikan tanganmu padaku. Aku akan memegangmu dan mengajakmu keluar melewati batas gelembung itu. Akan banyak kebahagiaan yang kamu temui di luar saput gelembungmu.

Aku selalu menanti uluran tanganmu. Dara.

Rabu, 02 April 2014

Sok Sibuk !

Ibarat rumah yang ditinggal penghuninya, blog ini sepertinya sudah dipenuhi sarang laba-laba di tiap pojokannya.
Dan lumut-lumut hijau mulai menyelimuti dindingnya, menjalar dari bawah ke atas.

Saya sebagai pemilik blog ini beberapa bulan terakhir sok sibuk !
Sehingga tidak ada ruang untuk jari berorkestrasi dengan ide.
Bahkan cerita bersambung yang saya buat tak kunjung rampung.
Ooh tidaakk, saya terlalu larut dalam pekerjaan.

Nikmatilah trimi, mungkin kau akan merindukan masa-masa sibuk seperti ini #menyemangati diri sendiri#


Senin, 27 Januari 2014

Every Morning in Asia

Every morning in Asia,
a deer wakes up
It knows it must outrun the fastest tiger,
or it will be killed


Every morning in Asia,
a tiger wakes up
It knows it must run faster than the slowest deer,
or it will starve.


It doesn’t matter whether you’re a tiger or a deer -
When the sun comes up, you’d better be running.


~ Adapted from Zytec

Rabu, 15 Januari 2014

Sepi

Hai sepi, kau datang menjamah lubuk hati ini lagi
Sepi aku ingin bertanya, adakah kau bosan dengan kesendirian?
Atau memang kau yang memilih untuk sendiri agar tidak sakit hati?
 
Oh sepi kenapa ada saja manusia serakah di dunia ini?
Saat mereka sudah memiliki kenapa mereka tega juga untuk berpaling ke yang lain!
Sementara di luar sana masih banyak manusia-manusia yang mencari tambatan hati
 
Sepi sepertinya kau akan berkawan baik denganku
Akhir-akhir ini aku berpikir, lebih baik sendiri daripada dikhianati
 
Sepi maukah kau berkolaborasi denganku?
Mengusir sifat serakah dari diri tiap manusia
Memiliki satu itu indah
Memiliki satu itu bahagia
Tak perlulah mendua
 
Sepi semoga mereka yang telah tersakiti diberi keikhlasan untuk memaafkan
Enyahlah duka
Ingatlah hikmah